Terapi Plasma Konvalesen merupakan suatu cara pengobatan atau metode imunisasi pasif yang bertujuan sebagai terapi tambahan COVID-19 dengan memberikan plasma yang mengandung antibodi terhadap virus SARS-CoV-2 dari penyintas COVID-19 kepada pasien COVID-19 yang masih menderita penyakit tersebut atau sedang dirawat.

Jika Anda merupakan penyintas COVID-19 atau orang telah sembuh dari COVID-19 maka Anda telah memiliki antibodi COVID-19 untuk melawan virus tersebut. Plasma yang didonorkan dapat membantu meningkatkan antibodi dan menurunkan jumlah virus (antigen COVID-19) pada penderita COVID-19 yang sedang dirawat.

Terdapat beberapa syarat atau kriteria untuk menjadi donor plasma konvalesen, yaitu:

  1. Ada riwayat konfirmasi positif COVID-19 dalam 3 bulan terakhir

  2. Sehat tanpa penyakit penyerta

  3. Sudah dinyatakan bebas Covid-19 (Negatif) dengan hasil PCR negatif atau telah sembuh (bebas gejala) minimal selama 14 hari.

  4. Diutamakan berusia 18 - 60 tahun.

  5. Diutamakan laki-laki.

  6. Untuk perempuan diutamakan yang belum pernah hamil.

  7. Tidak pernah menerima transfusi darah atau komponen darah dalam 6 bulan terakhir.

  8. Berat badan minimal 55 kg.

  9. Menyatakan bersedia untuk menjadi pendonor 

Mengikuti alur donor plasma konvelesen dari PMI (Palang Merah Indonesia), terdapat beberapa kegiatan yang akan dilakukan, yaitu:

 

  1. Seleksi dan Pemeriksaan Sampel Darah

Jika Anda setuju untuk menyumbangkan darah, maka Anda harus mengisi informed consent sebelum dilakukan pemeriksaan seleksi donor. Kemudian, petugas UDD PMI setempat akan mengambil contoh darah untuk menguji apakah Anda layak atau tidak untuk menyumbangkan plasma keesokan harinya.

Pemeriksaan yang dilakukan mencakup: 

  • Pemeriksaan konfirmasi golongan darah

  • Skrining atau uji saring terhadap penyakit infeksi menular lewat transfusi darah (HIV, Hepatitis B, Hepatitis C dan Sifilis) 

  • Pemeriksaan skrining antibodi

  • Pemeriksaan uji netralisasi antibodi

Jika Anda dinyatakan layak untuk mendonorkan plasma, maka petugas akan memberitahu Anda untuk datang kembali keesokan harinya.

 

  1. Pengambilan dan penyimpanan darah

Untuk pengambilan plasma, petugas UDD (Unit Donor Darah) PMI akan mengarahkan Anda menuju tempat yang telah ditentukan. Setelah melakukan beberapa persiapan, maka petugas kemudian mengambil plasma Anda dalam waktu kurang lebih 1 jam untuk proses yang disebut dengan Plasmaferesis. Proses dilakukan secara tertutup dan steril. Anda diharapkan tetap tenang dan siap mendapatkan pelayanan serta pengawasan oleh petugas UDD PMI.

Setelah prosedur selesai, maka kemudian Anda akan mendapatkan minuman dan makanan ringan. Setelah istirahat selama 15-30 menit, Anda kemudian dapat beraktivitas seperti biasa, namun tidak boleh bekerja berat selama 1 x24 jam. Anda sebaiknya banyak minum agar tubuh Anda mendapatkan penggantian cairan yang hilang tersebut dalam 36 jam.

 

  1. Apa yang terjadi selanjutnya?

Plasma yang telah Anda sumbangkan kemudian akan disimpan dalam Freezer dengan suhu tertentu. Tidak terdapat nama Anda di dalamnya. Jika ada pasien yang membutuhkan, maka stok plasma Anda akan diambil dan diberikan kepada pasien melalui transfusi plasma.

Petugas UDD PMI setempat akan terus memonitor perkembangan pasien secara ketat sehingga dapat selalu mempelajari cara terapi COVID-19 ini.

 

Proses pengambilan plasma aman dan dilakukan sesuai SOP yang baku dengan memperhatikan keselamatan dan kenyamanan donor.

Pengambilan plama dari lengan Anda dalam beberapa kasus, kadang dapat menyebabkan terjadinya memar di lengan dan sedikit ketidaknyamanan seperti nyeri ringan dan kebas pada area bibir. Petugas UDD PMI setempat akan selalu menjamin dan mendampingi Anda untuk meminimalkan risiko terjadinya hal tersebut.

Semua informasi yang Anda berikan akan dijamin kerahasiaannya. Petugas akan memberitahukan langsung kepada Anda apakah Anda layak atau tidak layak untuk diambil plasmanya.

 

Tidak, karena penentuan pasien yang akan diberikan plasma Anda ditentukan oleh Rumah Sakit. Semua akan dijamin secara rahasia untuk pelaksanaannya.

Tidak, karena tidak terdapat nama Anda pada kantong plasma dan semua proses transfusi plasma dilaksanakan secara rahasia.

Anda menyumbangkan plasma secara sukarela sehingga Anda tidak dikenakan biaya untuk proses penyumbangan plasma ini.

Pendonor bisa memberikan plasmanya setiap 14 hari sekali. Sehingga dalam satu bulan, plasma dapat diambil sebanyak 2 kali. Namun hal ini akan bergantung dari kandungan antibody yang ada pada plasma Anda.

Setiap kali donor bisa memberikan 400-500 cc atau 2 kantong (bag) plasma.

 

Berdasarkan data penelitian yang valid, TPK dinyatakan aman. Efek samping berupa alergi memiliki insidensi 1:5.000.

Swab PCR merupakan metode baku standar untuk identifikasi apakah virus/komponen virus SARS-CoV-2 masih ada, walaupun demikian swab PCR tidak bisa memberikan informasi apakah virus masih hidup atau mati.

 

Wanita yang pernah hamil memiliki faktor HLA (Human Leukocyte Antigen) yang berdasarkan penelitian berhubungan dengan reaksi alergi berat pada paru-paru yang disebut Transfusion Related Acute Lung Injury (TRALI). Hal ini menyebabkan pendonor diutamakan laki-laki karena selain lebih aman, pemeriksaan HLA bukan merupakan pemeriksaan yang mudah dan dapat dilakukan di semua tempat.

Pemeriksaan HLA (Human Leukocyte Antigen) dan bila hasil HLA negatif maka plasma dapat diberikan kepada resipien yang membutuhkan.

Hal yang sama berlaku dengan donor baik laki-laki atau wanita yang pernah menerima transfusi darah atau komponen darah lainnya, dikhawatirkan akan ada reaksi alergi yang melibatkan paru-paru pada resipien plasma.

 

Ya, golongan darah donor harus sama dengan golongan darah resipien (penerima).

Resipien TPK adalah penderita COVID-19 mulai dari stadium sedang, berat dan kritis. Walaupun demikian efektifitas TPK lebih optimal bila diberikan lebih dini (sejak awal), karena antibody di dalam plasma berfungsi menghilangkan virusnya bukan memperbaiki kerusakan organ yang sudah terjadi. Berdasarkan penelitian, TPK dapat mencegah perburukan penyakit dari sedang ke berat dan berat ke kritis.

Hal ini disebabkan karena umumnya kadar antibodi terhadap virus SARS-CoV-2 bertahan dalam kadar tinggi di dalam tubuh donor selama 3-4 bulan dan setelah itu akan menurun secara bertahap sehingga donor terbaik adalah yang baru sembuh dari COVID-19 selama kurun waktu tersebut.

 

Hal ini disebabkan karena kadar antibodi tertinggi banyak ditemukan pada penderita COVID-19 dengan gejala sedang. Walaupun demikian pada penyintas COVID-19 dengan gejala ringan atau OTG ada yang menghasilkan antibodi dengan kadar memadai walaupun tidak banyak.

Donor dapat diambil plasmanya di UDD PMI yang memiliki alat apheresis yaitu alat yang digunakan untuk mengambil plasma dari donor. Untuk informasi mengenai daftar lokasi UDD PMI yang dapat melakukan donor plasma konvalesen dapat klik tautan berikut.